Kemlu Imbau WNI di Arab Saudi Waspada Ancaman Drone dan Rudal Houthi
Ringkasan: Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan setelah otoritas Saudi mencegat drone Houthi yang mengarah ke zona terlarang Makkah pada malam 15 September 2026. Tidak ada WNI yang menjadi korban, namun eskalasi ini penting dipantau bagi siapa pun yang tinggal, bekerja, atau berencana umrah ke Arab Saudi dalam waktu dekat.
Apa Isi Imbauan Kemlu untuk WNI di Arab Saudi?

Kemlu RI meminta seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi keamanan setempat, menyusul serangan yang diduga dilakukan kelompok Houthi dari Yaman. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa perwakilan RI di Arab Saudi meminta WNI tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi otoritas Saudi.
Imbauan ini disampaikan pada Rabu, 16–17 September 2026, dan berlaku untuk seluruh WNI yang berada di Arab Saudi — baik pekerja migran, mahasiswa, jemaah umrah, maupun WNI yang menetap di sana. Fokus imbauan mengarah pada wilayah yang berulang kali menerima peringatan bahaya dari otoritas Saudi, yaitu Makkah, Jeddah, dan Taif.
Kronologi: Apa yang Terjadi di Makkah pada 15 September 2026?

Pada Selasa, 15 September 2026, otoritas Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan bagi masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan, menjauhi area terbuka dan kerumunan, serta mengikuti arahan resmi. Peringatan ini berlaku di sejumlah kota, termasuk Jeddah, Abha, Jazan, Taif, AlUla, dan Yanbu, sebelum akhirnya dicabut.
Juru bicara Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, menyatakan bahwa pada pukul 18.50 waktu setempat malam itu, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang diluncurkan milisi Houthi sebelum memasuki wilayah udara terlarang di Makkah. Drone tersebut dicegat di bagian selatan kota. Insiden ini disebut sebagai upaya kedua menyasar Makkah, setelah percobaan pertama menggunakan rudal balistik pada 27 Juli 2017.
Dinas Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian menyatakan situasi bahaya telah berakhir dan masyarakat diizinkan beraktivitas seperti biasa dengan tetap waspada. Di sisi lain, Gerakan Ansar Allah (Houthi) melalui kantor berita Saba membantah tudingan tersebut, menyebut mereka tidak menimbulkan ancaman terhadap Makkah maupun situs suci Islam lainnya, dan menuding peringatan Saudi sebagai disinformasi.
Eskalasi ini merupakan bagian dari memburuknya konflik di Yaman. Berdasarkan laporan Reuters, pasukan Houthi disebut memperoleh kemajuan teritorial di sepanjang pesisir Laut Merah dan mendekati kawasan strategis Bab el-Mandeb, sementara konflik di Yaman sendiri telah menyebabkan lebih dari 100 ribu orang mengungsi. Serangan sebelumnya ke wilayah Khamis Mushait, Abha, dan Taif dilaporkan melukai 13 warga sipil (luka ringan hingga sedang) serta merusak sejumlah rumah dan kendaraan.
Apakah Ada WNI yang Menjadi Korban?

Berdasarkan pemberitaan yang tersedia hingga 18 September 2026, tidak ada laporan WNI yang menjadi korban dalam insiden pencegatan drone di Makkah maupun rangkaian serangan sebelumnya di wilayah selatan Saudi. Perwakilan RI di Arab Saudi — KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah — menyatakan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat.
Penting dibedakan dengan eskalasi lain yang lebih dulu terjadi: pada akhir Februari hingga Maret 2026, konflik Israel–Iran sempat membuat puluhan ribu jemaah umrah asal Indonesia tertahan akibat penutupan ruang udara di kawasan Teluk — Kementerian Haji dan Umrah RI saat itu mencatat sekitar 50.374 jemaah umrah masih berada di Arab Saudi, dengan sekitar 14.115 di antaranya berpotensi tertahan. Insiden drone Houthi pada September 2026 ini adalah peristiwa keamanan yang berbeda dan lebih terbatas cakupannya, meski tetap berada dalam kawasan yang sama-sama rawan terhadap gejolak regional.
Hotline Darurat untuk WNI di Arab Saudi

| Perwakilan | Wilayah Kerja | Kontak Darurat |
|---|---|---|
| KBRI Riyadh | Riyadh dan sekitarnya | +966 569173990 |
| KJRI Jeddah | Jeddah, Makkah, Taif, Madinah | +966 50 360 9667 |
WNI yang berada dalam kondisi darurat di Arab Saudi disarankan menyimpan kedua nomor ini dan segera menghubunginya bila menghadapi situasi darurat atau membutuhkan informasi resmi.
Langkah yang Perlu Dilakukan WNI di Arab Saudi

- Pantau notifikasi resmi: Jangan abaikan notifikasi darurat yang dikirim otoritas Saudi maupun perwakilan RI, dan segera ikuti instruksi jika diminta berlindung di dalam ruangan.
- Hindari kerumunan dan area terbuka saat ada peringatan keamanan aktif, terutama di sekitar Makkah, Jeddah, dan Taif.
- Simpan hotline KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah di ponsel dan bagikan ke keluarga atau rekan sesama WNI.
- Cek jadwal penerbangan secara berkala bila sedang menjalani umrah atau berencana bepergian, karena eskalasi keamanan regional berpotensi memengaruhi operasional penerbangan — seperti yang pernah terjadi saat penutupan ruang udara di kawasan Teluk awal 2026.
- Verifikasi informasi hanya dari sumber resmi — Kemlu, KBRI/KJRI, dan otoritas Saudi — dan hindari menyebarkan kabar yang belum terkonfirmasi di media sosial.
- Bergabung dengan paguyuban WNI setempat jika berdomisili di Arab Saudi, karena KBRI biasanya memantau kondisi komunitas melalui satuan tugas dan paguyuban saat eskalasi terjadi.
Bagi yang sedang menyusun rencana perjalanan ke kawasan Timur Tengah secara umum, kebiasaan memantau imbauan resmi ini juga relevan diterapkan saat merencanakan kunjungan ke negara tetangga seperti Qatar atau Oman, yang sama-sama berada di kawasan Teluk dan bisa terdampak gejolak keamanan regional.
FAQ — Kemlu Imbau WNI Arab Saudi Waspada Houthi
Apa itu imbauan Kemlu untuk WNI di Arab Saudi?
Imbauan resmi Kemlu RI yang meminta seluruh WNI di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan setelah drone Houthi dicegat di dekat Makkah pada 15 September 2026, serta mengikuti instruksi keamanan dari otoritas Saudi.
Wilayah mana saja yang perlu diwaspadai?
Makkah, Jeddah, dan Taif disebut berulang kali menerima peringatan bahaya dari otoritas Saudi. Peringatan sempat pula berlaku di Abha, Jazan, AlUla, dan Yanbu sebelum dicabut.
Bagaimana cara menghubungi KBRI/KJRI jika darurat?
Hubungi hotline KBRI Riyadh di +966 569173990 atau KJRI Jeddah di +966 50 360 9667. Kedua kontak ini disiagakan untuk kondisi darurat WNI.
Apakah aman melanjutkan umrah ke Arab Saudi saat ini?
Berdasarkan laporan resmi, peringatan keamanan pada 15 September 2026 telah dicabut dan aktivitas kembali normal, namun WNI tetap diminta waspada. Pantau informasi resmi dari Kemenhaj, Kemlu, dan KBRI/KJRI sebelum dan selama perjalanan.
Ditulis oleh redaksi bircanparke.com berdasarkan pemberitaan resmi Kemlu RI, ANTARA, dan sumber media terverifikasi lainnya.