Panduan Lengkap Travelling ke Negara Israel

Panduan Lengkap Travelling ke Negara Israel

bircanparke.com, 04 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Israel, sebuah negara kecil di Timur Tengah yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam, adalah destinasi wisata yang menarik bagi pelancong dari seluruh dunia. Dikenal sebagai Tanah Suci bagi tiga agama besar—Islam, Kristen, dan Yahudi—Israel menawarkan pengalaman unik, mulai dari mengunjungi situs religi seperti Yerusalem hingga menjelajahi keajaiban alam Laut Mati. Namun, bepergian ke Israel, terutama bagi warga Indonesia, memerlukan perencanaan matang karena tidak adanya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel, serta situasi geopolitik yang sensitif. Artikel ini memberikan panduan lengkap, akurat, dan terpercaya untuk merencanakan perjalanan ke Israel, mencakup persyaratan visa, destinasi wisata, tips keamanan, budaya lokal, dan informasi praktis lainnya berdasarkan data hingga Juni 2025.

Persiapan Sebelum Berangkat

1. Hubungan Diplomatik dan Status Visa

Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, sehingga proses pengajuan visa dan perjalanan ke Israel memerlukan langkah tambahan. Sejak 9 Juni 2018, Israel melarang warga Indonesia masuk sebagai respons terhadap kebijakan Indonesia yang membatasi visa bagi warga Israel. Namun, ada cara untuk mengajukan visa melalui pihak ketiga, seperti kedutaan Israel di negara lain atau agen perjalanan.

Persyaratan Visa

  • Dokumen yang Dibutuhkan:

    • Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan.

    • Surat sponsor atau undangan dari perusahaan/agen perjalanan lokal di Israel.

    • Bukti pemesanan hotel dan tiket pesawat (disarankan dengan opsi pembatalan gratis).

    • Rekening koran atau bukti keuangan untuk menunjukkan kemampuan finansial.

    • Pas foto ukuran 3,5 cm x 4,5 cm dengan latar belakang putih.

    • Formulir aplikasi visa yang diisi lengkap.

  • Proses Pengajuan:

    • Melalui Kedutaan Israel di Singapura: Warga Indonesia dapat mengajukan visa di Kedutaan Israel di Singapura (24 Stevens Close, Singapore 257964). Prosesnya memakan waktu sekitar 30 hari, dan aplikasi harus diajukanRedo: Pastikan semua dokumen lengkap, termasuk surat sponsor, karena tanpa sponsor, visa tidak akan diproses.

    • Melalui Agen Perjalanan di Yordania: Beberapa agen perjalanan di Yordania menawarkan paket visa dan transportasi dari Amman ke Yerusalem. Namun, ini biasanya mengharuskan Anda mengambil paket tur.

    • Wawancara Ketat: Imigrasi Israel sering melakukan wawancara mendalam, termasuk pertanyaan tentang latar belakang keluarga untuk memastikan tidak ada risiko keamanan.

  • Biaya: Sekitar US$25–35 untuk aplikasi visa, dibayarkan melalui kartu kredit atau uang tunai.

  • Catatan Penting: Visa dikeluarkan dalam bentuk paper visa, berisi nama dan nomor paspor. Pastikan untuk membawa salinan visa ini saat bepergian. Prosesnya harus dimulai setidaknya satu bulan sebelum keberangkatan.

Peringatan

Meskipun visa disetujui, petugas imigrasi Israel di perbatasan dapat menolak masuk dengan alasan keamanan. Pastikan Anda memiliki dokumentasi lengkap dan bersikap kooperatif selama pemeriksaan.

2. Asuransi Perjalanan

Israel mewajibkan wisatawan memiliki asuransi kesehatan yang mencakup biaya perawatan COVID-19. Asuransi perjalanan juga disarankan untuk menanggung risiko seperti pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, atau keadaan darurat.

3. Tiket Pesawat dan Transportasi

Tidak ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Israel. Anda perlu transit di negara seperti Singapura, Bangkok, atau Dubai. Maskapai seperti Turkish Airlines, Emirates, atau Qatar Airways menawarkan penerbangan ke Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, pusat utama penerbangan Israel. Harga tiket berkisar antara Rp15–25 juta pulang-pergi, tergantung musim dan maskapai.

4. Musim Terbaik untuk Berkunjung

Israel memiliki iklim Mediterania dengan musim panas yang panas (Juni–Agustus, 25–35°C) dan musim dingin yang sejuk (Desember–Februari, 10–20°C). Musim terbaik untuk wisata adalah:

  • Musim Semi (Maret–Mei): Cuaca nyaman, bunga-bunga bermekar di Galilea.

  • Musim Gugur (September–November): Suhu lebih sejuk, cocok untuk menjelajahi kota dan alam.

Hindari periode libur keagamaan besar seperti Paskah Yahudi (April) atau Rosh Hashanah (September), karena harga akomodasi dan transportasi cenderung lebih tinggi.

Destinasi Wisata Utama di Israel

1. Yerusalem Yerusalem 'ibu kota Israel': Presiden Jokowi dan para pemimpin dunia kutuk  keputusan Trump - BBC News Indonesia

Yerusalem adalah kota suci bagi Islam, Kristen, dan Yahudi, menjadikannya pusat wisata religi dan sejarah. Beberapa tempat yang wajib dikunjungi:

  • Masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock: Situs suci Islam di kompleks Bukit Bait Suci. Wisatawan non-Muslim hanya boleh mengunjungi area tertentu pada jam tertentu.

  • Tembok Ratapan (Western Wall): Tempat suci Yahudi tempat umat berdoa.

  • Gereja Makam Suci (Church of the Holy Sepulchre): Dipercaya sebagai lokasi penyaliban dan kebangkitan Yesus.

  • Kota Tua Yerusalem: Kawasan bersejarah dengan pasar tradisional, gereja, sinagoge, dan masjid.

  • Tips: Kenakan pakaian sopan (menutup bahu dan lutut) saat mengunjungi situs religi. Waspadai kerumunan selama hari raya keagamaan.

2. Tel AvivApakah Tel Aviv Ibu Kota Israel dan Bagaimana Sejarahnya?

Tel Aviv adalah kota modern dengan pantai yang indah dan kehidupan malam yang semarak. Sorotan wisata meliputi:

  • Pantai Tel Aviv: Pantai Gordon dan Frishman ideal untuk bersantai atau olahraga air.

  • Jaffa: Kota pelabuhan kuno dengan pasar loak, galeri seni, dan restoran seafood.

  • Bauhaus Architecture: Tel Aviv memiliki lebih dari 4.000 bangunan gaya Bauhaus, diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

  • Tips: Cobalah makanan jalanan seperti falafel atau shawarma di pasar Carmel.

3. Laut Mati

Laut Mati, titik terendah di Bumi (-430 meter di bawah permukaan laut), terkenal karena airnya yang sangat asin dan lumpur kaya mineral.

  • Aktivitas: Mengapung di air, spa lumpur, atau hiking di dekat Ein Gedi.

  • Tips: Hindari mencukur sebelum berenang untuk mencegah iritasi kulit. Bawa sepatu air untuk melindungi kaki dari bebatuan.

4. Galilea dan Danau Tiberias Danau Tiberias: Destinasi Spiritual dan Sejarah di Israel

Wilayah Galilea menawarkan pemandangan alam yang hijau dan situs religi Kristen.

  • Danau Tiberias (Laut Galilea): Tempat Yesus diyakini berjalan di atas air.

  • Gunung Tabor: Situs Transfigurasi Yesus menurut tradisi Kristen.

  • Tips: Sewa mobil untuk menjelajahi desa-desa kecil di Galilea dengan lebih leluasa.

5. Eilat Wisata dan Liburan 2025 di Eilat, Israel - Tripadvisor

Eilat, di tepi Laut Merah, adalah destinasi untuk menyelam dan snorkeling.

  • Terumbu Karang Eilat: Rumah bagi kehidupan laut yang beragam.

  • Taman Timna: Lembah dengan formasi batu unik dan tambang tembaga kuno.

  • Tips: Pesan tur menyelam lebih awal untuk mendapatkan harga terbaik.

Tips Perjalanan dan Keamanan

1. Keamanan

Israel relatif aman untuk wisatawan, tetapi situasi geopolitik, terutama di wilayah seperti Tepi Barat dan perbatasan Gaza, dapat berubah dengan cepat.

  • Periksa peringatan perjalanan dari Kementerian Luar Negeri Indonesia atau KBRI di negara tetangga (misalnya, Amman atau Kairo).

  • Hindari demonstrasi politik atau kerumunan besar.

  • Simpan nomor darurat: Polisi (100), Ambulans (101), Pemadam Kebakaran (102).

  • Daftarkan perjalanan Anda di aplikasi Safe Travel Kementerian Luar Negeri Indonesia.

2. Budaya dan Etika

  • Pakaian: Berpakaian sopan di situs religi (topi atau penutup kepala mungkin diperlukan). Di kota-kota modern seperti Tel Aviv, pakaian kasual diterima.

  • Hari Sabat (Shabbat): Dari Jumat sore hingga Sabtu malam, banyak bisnis tutup, dan transportasi umum terbatas. Rencanakan aktivitas dengan baik.

  • Bahasa: Bahasa resmi adalah Ibrani dan Arab, tetapi bahasa Inggris umum digunakan di tempat wisata.

  • Interaksi Sosial: Orang Israel dikenal ramah namun lugas. Hindari diskusi politik yang sensitif, seperti konflik Israel-Palestina, kecuali diminta.

3. Mata Uang dan Biaya

  • Mata Uang: Shekel Israel (ILS). 1 ILS ≈ Rp4.000 (Juni 2025).

  • Biaya Hidup: Israel tergolong mahal. Rata-rata biaya per hari:

    • Akomodasi: Rp500.000–2.000.000 (hostel hingga hotel bintang 4).

    • Makanan: Rp100.000–300.000 per kali makan di restoran.

    • Transportasi: Tiket bus sekitar Rp20.000–50.000 per perjalanan.

  • Tips Hemat: Gunakan transportasi umum seperti bus atau kereta. Makan di pasar lokal untuk harga lebih murah.

4. Transportasi di Israel

  • Bus: Jaringan bus seperti Egged dan Dan menghubungkan kota-kota besar dengan harga terjangkau.

  • Kereta: Kereta cepat Tel Aviv–Yerusalem (30 menit) sangat nyaman.

  • Taksi dan Ride-Sharing: Gunakan aplikasi seperti Gett untuk taksi. Pastikan taksi menggunakan meteran.

  • Sewa Mobil: Cocok untuk menjelajahi daerah terpencil seperti Galilea atau Gurun Negev. Harga sewa mulai dari Rp500.000/hari.

5. Kesehatan

  • Vaksinasi: Tidak ada vaksin wajib, tetapi pastikan vaksin COVID-19 lengkap. Tes PCR mungkin diperlukan jika berada di negara berisiko tinggi dalam 7 hari terakhir.

  • Air Minum: Air keran aman diminum di sebagian besar wilayah.

  • Fasilitas Medis: Rumah sakit seperti Sheba Medical Center di Tel Aviv memiliki standar internasional.

Budaya dan Kuliner Israel

  • Kuliner: Israel menawarkan perpaduan masakan Timur Tengah, Yahudi, dan internasional. Cobalah:

    • Hummus dan Falafel: Makanan jalanan populer.

    • Shakshuka: Telur rebus dengan saus tomat pedas.

    • Schnitzel: Hidangan ayam goreng khas Yahudi Eropa.

    • Halva: Makanan penutup manis dari wijen.

  • Etiket Makan: Restoran kosher (sesuai hukum Yahudi) tidak menyajikan daging babi atau makanan laut tertentu. Sekitar 25% restoran di Israel adalah kosher.

  • Tips: Ucapkan “Beteavon” (selamat makan) untuk menunjukkan sopan santun.

Tantangan dan Catatan Khusus

  • Situasi Geopolitik: Konflik Israel-Palestina dapat memengaruhi akses ke beberapa daerah, seperti Tepi Barat atau perbatasan Gaza. Selalu periksa berita terbaru.

  • Larangan Masuk: Paspor dengan stempel dari negara seperti Iran, Lebanon, atau Suriah dapat menyebabkan pemeriksaan ketat atau penolakan masuk.

  • Wisata Religi: Banyak wisatawan Indonesia tertarik pada wisata religi, seperti Masjid Al-Aqsa atau Gereja Makam Suci. Namun, akses ke situs-situs ini mungkin dibatasi selama ketegangan politik.

  • Hormati Sensitivitas Lokal: Hindari simbol atau pernyataan yang dapat dianggap mendukung pihak tertentu dalam konflik Israel-Palestina.

Rekomendasi Perjalanan

  1. Rencanakan Rute: Buat rencana perjalanan yang mencakup Yerusalem, Tel Aviv, dan Laut Mati untuk pengalaman lengkap.

  2. Gunakan Agen Perjalanan: Untuk warga Indonesia, agen perjalanan di Yordania atau Singapura dapat mempermudah proses visa dan tur.

  3. Aplikasi Berguna:

    • Moovit: Untuk navigasi transportasi umum.

    • Waze: Untuk navigasi berkendara.

    • Green Passport Israel: Aplikasi resmi untuk informasi masuk negara.

  4. Pakaian dan Barang Penting:

    • Pakaian ringan untuk musim panas, jaket untuk musim dingin.

    • Topi, kacamata hitam, dan tabir surya untuk melindungi dari sinar matahari.

    • Sepatu nyaman untuk berjalan di kota tua atau hiking.

Kesimpulan

Bepergian ke Israel adalah pengalaman yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam, tetapi memerlukan persiapan ekstra bagi warga Indonesia karena tidak adanya hubungan diplomatik. Dengan memahami prosedur visa, destinasi wisata, budaya lokal, dan tips keamanan, Anda dapat menikmati perjalanan yang aman dan tak terlupakan. Mulailah merencanakan perjalanan Anda dengan matang, hormati adat istiadat lokal, dan tetap waspada terhadap situasi geopolitik. Israel menawarkan perpaduan unik antara spiritualitas, modernitas, dan petualangan yang akan meninggalkan kenangan abadi.

BACA JUGA: Panduan Lengkap Travelling ke Republik Ceko untuk Wisatawan Indonesia

BACA JUGA : Lingkungan, Sumber Daya Alam, dan Penduduk Republik Ceko: Analisis Mendalam

BACA JUGA : Seni dan Tradisi Negara Republik Ceko: Warisan Budaya yang Kaya dan Beragam