Panduan Lengkap Travelling ke Negara Malta: Destinasi, Tips, dan Pengalaman

Panduan Lengkap Travelling ke Negara Malta: Destinasi, Tips, dan Pengalaman

bircanparke.com, 5 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88

Travel Advisory: Panduan Lengkap Berlibur ke Malta

Pendahuluan

Malta, sebuah kepulauan kecil di jantung Laut Mediterania, adalah destinasi wisata yang menawarkan perpaduan sempurna antara sejarah kuno, budaya yang kaya, pantai yang memukau, dan kehidupan modern yang dinamis. Dengan luas hanya 316 km² dan populasi sekitar 542.000 jiwa pada Mei 2025, Malta adalah salah satu negara terkecil di dunia, namun memiliki daya tarik yang luar biasa. Terletak di selatan Italia, timur Tunisia, dan utara Libya, Malta telah menjadi persimpangan budaya selama ribuan tahun, dipengaruhi oleh peradaban Fenisia, Romawi, Arab, Ksatria Malta, Prancis, dan Inggris. Negara ini juga merupakan anggota Uni Eropa (UE) sejak 2004, menjadikannya tujuan yang aman, terjangkau, dan mudah diakses bagi wisatawan global.

Malta terdiri dari tiga pulau utama—Malta, Gozo, dan Comino—yang masing-masing menawarkan pengalaman unik, mulai dari situs warisan dunia UNESCO hingga laguna biru yang ikonik. Dengan iklim Mediterania yang hangat, 300 hari cerah dalam setahun, dan infrastruktur pariwisata yang berkembang, Malta menjadi destinasi ideal untuk wisatawan yang mencari sejarah, petualangan, atau sekadar relaksasi. Artikel ini menyajikan panduan lengkap untuk travelling ke Malta, mencakup destinasi wajib, tips perencanaan, transportasi, akomodasi, kuliner, budaya, hingga informasi praktis hingga Mei 2025. Dengan pendekatan profesional, rinci, dan jelas, panduan ini dirancang untuk membantu wisatawan, termasuk dari Indonesia, merencanakan perjalanan yang tak terlupakan.


Mengapa Memilih Malta sebagai Destinasi Wisata? Malta Kaya Budaya dan Sejarah Juga Negara dengan Perawatan Kesehatan Terbaik | tempo.co

Malta menawarkan sejumlah alasan kuat untuk dikunjungi:

  1. Sejarah dan Warisan Budaya: Malta memiliki tiga situs warisan dunia UNESCO—Kota Valletta, Kuil Megalitik Ġgantija, dan Ħal Saflieni Hypogeum—serta jejak peradaban kuno sejak 5.900 SM.

  2. Keindahan Alam: Pantai berpasir, laguna kristal seperti Blue Lagoon, dan tebing dramatis menjadikan Malta surga bagi pecinta alam.

  3. Iklim yang Ideal: Suhu rata-rata 23°C sepanjang tahun, dengan musim panas (Juni–Agustus) mencapai 30°C dan musim dingin (Desember–Februari) sekitar 15°C, cocok untuk wisata kapan saja.

  4. Bahasa dan Aksesibilitas: Bahasa Inggris adalah bahasa resmi bersama bahasa Malta, memudahkan komunikasi. Bandara Internasional Luqa melayani penerbangan dari Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Utara.

  5. Keamanan dan Stabilitas: Malta menduduki peringkat tinggi dalam indeks keamanan global, dengan tingkat kejahatan rendah dan stabilitas politik sebagai anggota UE.

  6. Biaya Terjangkau: Dibandingkan destinasi Mediterania lain seperti Santorini atau Capri, Malta menawarkan pengalaman serupa dengan biaya yang lebih hemat.


Destinasi Wajib di Malta

Malta memiliki beragam destinasi yang mencakup sejarah, alam, dan budaya. Berikut adalah destinasi utama yang wajib dikunjungi, dikelompokkan berdasarkan pulau:

1. Pulau Malta Mengapa Malta Menjadi Tujuan Wisata Terpopuler di Eropa Tahun 2025, Mengalahkan Spanyol dan Italia - Travel And Tour World

Pulau utama ini adalah pusat sejarah, budaya, dan kehidupan malam Malta.

  •  Valletta Malta - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Ibukota Malta, Valletta, adalah kota terkecil di UE namun kaya akan sejarah. Ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Valletta dibangun oleh Ksatria St. John pada abad ke-16. Tempat wajib:

    • St. John’s Co-Cathedral: Katedral megah dengan interior barok dan lukisan Caravaggio yang terkenal, The Beheading of St. John the Baptist.

    • Upper Barrakka Gardens: Taman dengan pemandangan Grand Harbour, tempat meriam ditembakkan setiap siang.

    • Fort St. Elmo dan National War Museum: Benteng bersejarah yang menceritakan peran Malta dalam Perang Dunia II.

    • Waterfront dan Jalan-jalan Kuno: Nikmati kafe, restoran, dan arsitektur barok di jalan-jalan sempit Valletta.

    • Tips: Ikuti tur jalan kaki atau kunjungi pada malam hari untuk suasana yang lebih hidup dengan lampu kota yang memukau.

  • Mdina Mdina terbaik Kartu kota 2025 - Pembatalan GRATIS | GetYourGuide
    Dikenal sebagai “Kota Sunyi,” Mdina adalah bekas ibukota Malta dengan tembok kota abad pertengahan. Highlights:

    • St. Paul’s Cathedral: Katedral dengan arsitektur megah dan museum yang menceritakan sejarah Mdina.

    • Palazzo Falson: Rumah bangsawan yang kini menjadi museum dengan koleksi seni dan artefak.

    • Bastion Square: Spot untuk pemandangan panorama pedesaan Malta.

    • Tips: Kunjungi pada sore hari untuk menghindari keramaian dan nikmati makan malam di restoran seperti The Medina untuk pengalaman romantis.

  • Ħal Saflieni Hypogeum Exploring the ancient underground chambers of Malta 
    Situs bawah tanah berusia 5.000 tahun ini adalah nekropolis prasejarah dan Situs Warisan Dunia UNESCO. Hanya 80 pengunjung diperbolehkan per hari, jadi pesan tiket jauh-jauh hari melalui situs resmi Heritage Malta.

    • Tips: Kombinasikan kunjungan dengan Tarxien Temples di dekatnya untuk memahami peradaban megalitik.

  • Three Cities (Vittoriosa, Senglea, Cospicua) Three Cities Malta: Explore Vittoriosa, Senglea & Cospicua - Grand Hotel Excelsior Malta
    Tiga kota bersejarah di seberang Grand Harbour ini menawarkan pemandangan otentik dan sejarah maritim.

    • Fort St. Angelo: Benteng ikonik di Vittoriosa dengan pemandangan Valletta.

    • Senglea’s Gardjola Gardens: Taman dengan pemandangan pelabuhan dan mercusuar bersejarah.

    • Tips: Naik gondola tradisional (dghajsa) untuk menyeberang dari Valletta ke Three Cities.

  • Pantai dan Teluk Malta Adalah Negara Kepulauan di Eropa Selatan, Ini Fakta Menariknya - Hot Liputan6.com
    Pulau Malta memiliki pantai yang indah untuk relaksasi atau olahraga air:

    • Golden Bay: Pantai berpasir populer untuk berjemur dan olahraga air seperti jet ski.

    • Għajn Tuffieħa: Pantai yang lebih tenang dengan pemandangan tebing dan matahari terbenam yang indah.

    • St. Peter’s Pool: Kolam alami di Marsaxlokk untuk berenang dan cliff diving.

    • Tips: Bawa sepatu air untuk pantai berbatu dan hindari jam sibuk di musim panas.

2. Pulau Gozo Malta - Primus Wealth - Indonesia

Gozo, pulau kedua terbesar, menawarkan suasana pedesaan yang tenang dengan lanskap hijau dan pantai yang memukau.

  • Victoria (Rabat) Victoria - Rabat (Gozo) in Malta
    Ibukota Gozo dengan benteng Citadel yang menawarkan pemandangan 360 derajat pulau.

    • St. George’s Basilica: Basilika barok dengan interior yang memukau.

    • Gozo Museum of Archaeology: Menceritakan sejarah Gozo dari zaman prasejarah.

    • Tips: Kunjungi pasar lokal di Victoria untuk membeli produk seperti keju Gozitan dan madu.

  • Ġgantija Temples Ġgantija - Wikipedia
    Kuil megalitik berusia 5.600 tahun, lebih tua dari Stonehenge, dan Situs Warisan Dunia UNESCO. Tiket dapat dibeli bersama kunjungan ke Ta’ Kola Windmill.

    • Tips: Gunakan pemandu audio untuk memahami konteks arkeologi.

  • Dwejra dan Inland Sea Inland Sea, Gozo - Wikipedia

    Kawasan ini terkenal dengan keindahan alamnya:

    • Inland Sea: Laguna kecil yang terhubung ke laut melalui terowongan, ideal untuk berenang atau naik perahu.

    • Fungus Rock: Batu karang ikonik dengan sejarah medis Ksatria Malta.

    • Tips: Datang pada pagi hari untuk menghindari keramaian dan nikmati matahari terbenam.

  • Ramla Bay
    Pantai berpasir merah yang indah, salah satu yang terbaik di Gozo.

    • Tips: Kunjungi Calypso Cave di dekatnya, yang konon terkait dengan mitologi Odysseus.

3. Pulau Comino

Pulau kecil ini adalah surga bagi pecinta pantai dan snorkeling.

  • Blue Lagoon
    Laguna dengan air jernih berwarna biru turquoise, ideal untuk berenang, snorkeling, atau kayak.

    • Tips: Kunjungi di luar musim puncak (Mei atau September) untuk menghindari keramaian. Bawa makanan dan minuman karena fasilitas terbatas.

  • Santa Marija Tower
    Menara bersejarah yang menawarkan pemandangan Comino dan Blue Lagoon.

    • Tips: Trekking ke menara ini cocok untuk petualang yang ingin menikmati pemandangan.


Perencanaan Perjalanan ke Malta

1. Waktu Terbaik untuk Berkunjung

  • Musim Panas (Juni–Agustus): Ideal untuk pantai dan festival, tetapi ramai dan panas (30–35°C). Harga akomodasi lebih tinggi.

  • Musim Semi (Maret–Mei) dan Musim Gugur (September–November): Suhu nyaman (20–25°C), lebih sepi, dan harga lebih terjangkau. Cocok untuk eksplorasi sejarah dan trekking.

  • Musim Dingin (Desember–Februari): Suhu 15–18°C, cocok untuk wisata budaya dan kuliner. Beberapa atraksi pantai mungkin tutup.

2. Visa dan Persyaratan Masuk

Malta adalah bagian dari zona Schengen, sehingga wisatawan dari Indonesia memerlukan Visa Schengen untuk masuk. Persyaratan utama:

  • Paspor valid minimal 6 bulan.

  • Formulir aplikasi visa Schengen.

  • Bukti reservasi penerbangan dan akomodasi.

  • Asuransi perjalanan dengan pertanggungan minimal €30.000.

  • Bukti keuangan (rekening bank atau sponsor).

  • Biaya visa sekitar €80 (Rp1,4 juta).

Proses: Ajukan visa melalui Kedutaan Italia di Jakarta (yang mewakili Malta) atau pusat aplikasi visa seperti VFS Global, minimal 15–30 hari sebelum keberangkatan. Pada Mei 2025, tidak ada persyaratan COVID-19, tetapi periksa pembaruan di situs resmi UE.

3. Penerbangan ke Malta

Tidak ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Malta. Rute umum melibatkan transit di kota seperti Dubai, Istanbul, atau Frankfurt:

  • Maskapai: Emirates, Turkish Airlines, Lufthansa, Qatar Airways.

  • Durasi: 18–24 jam tergantung transit.

  • Biaya: Tiket pulang-pergi ekonomi berkisar Rp15–25 juta, tergantung musim dan waktu pemesanan.

  • Tips: Pesan tiket 3–6 bulan sebelumnya untuk harga terbaik. Gunakan aplikasi seperti Skyscanner untuk membandingkan harga.

Bandara Tiba: Bandara Internasional Luqa (MLA) adalah pintu masuk utama, terletak 8 km dari Valletta. Transportasi dari bandara:

  • Taksi: €15–20 ke Valletta (15 menit).

  • Shuttle: €8–12, tersedia melalui operator seperti Malta Transfer.

  • Bus: X4 ke Valletta (€2, 20 menit).

4. Anggaran Perjalanan

Malta adalah destinasi yang relatif terjangkau dibandingkan negara Mediterania lain. Estimasi biaya per hari per orang (2025):

  • Akomodasi: €30–100 (hostel hingga hotel bintang 4).

  • Makanan: €15–40 (makan lokal hingga restoran kelas atas).

  • Transportasi: €5–15 (bus atau feri).

  • Atraksi: €10–20 (tiket masuk situs bersejarah).

  • Total: €60–150/hari untuk wisatawan hemat hingga menengah.

Tips Hemat:

  • Gunakan Malta Pass (heritage-malta.org) untuk diskon masuk situs warisan.

  • Makan di restoran lokal (pastizzi atau rabbit stew) alih-alih restoran turis.

  • Pilih akomodasi di Sliema atau St. Julian’s untuk harga lebih rendah dibandingkan Valletta.


Transportasi di Malta

1. Antar-Pulau

  • Feri ke Gozo: Beroperasi dari Ċirkewwa (Malta) ke Mġarr (Gozo) setiap 45 menit, durasi 25 menit, biaya €4,65 pulang-pergi (gozochannel.com).

  • Feri ke Comino: Kapal dari Ċirkewwa atau Marfa, biaya €10–15 pulang-pergi, tersedia harian di musim panas.

  • Tips: Beli tiket feri secara online untuk menghindari antrean.

2. Dalam Pulau

  • Bus Umum: Sistem bus Malta (maltapublictransport.com) mencakup seluruh pulau dengan tarif €2 per perjalanan (2 jam). Tallinja Card (€25 untuk 12 perjalanan) lebih hemat.

  • Taksi dan Ride-Hailing: Bolt dan eCabs tersedia, dengan tarif €10–20 untuk perjalanan dalam kota.

  • Sewa Mobil: Cocok untuk eksplorasi Gozo atau pedesaan Malta. Biaya €25–50/hari, tersedia di bandara atau kota besar. Catatan: Mengemudi di sisi kiri (pengaruh Inggris).

  • Sepeda atau Skuter: Sewa sepeda listrik atau skuter di Valletta dan Sliema (€10–20/hari) untuk mobilitas kota.

  • Jalan Kaki: Valletta dan Mdina sangat ramah pejalan kaki karena ukurannya kecil.

Tips: Unduh aplikasi Tallinja untuk jadwal bus real-time. Hindari menyewa mobil di Valletta karena parkir sulit.


Akomodasi di Malta

Malta menawarkan berbagai pilihan akomodasi untuk semua anggaran:

  • Hostel: €15–30/malam, tersedia di Sliema, St. Julian’s, atau Valletta (contoh: Marco Polo Hostel).

  • Hotel Budget: €40–80/malam, seperti Bayview Hotel di Sliema.

  • Hotel Mewah: €100–300/malam, seperti The Phoenicia Malta di Valletta atau Hilton Malta di St. Julian’s.

  • Apartemen atau Airbnb: €50–150/malam, ideal untuk keluarga atau grup.

  • Farmhouse di Gozo: €80–200/malam, menawarkan pengalaman pedesaan autentik.

Rekomendasi Lokasi:

  • Valletta: Untuk pengalaman sejarah dan budaya, dekat atraksi utama.

  • Sliema dan St. Julian’s: Untuk kehidupan malam, restoran, dan pantai.

  • Gozo: Untuk ketenangan dan wisata alam.

  • Tips: Pesan akomodasi 3–6 bulan sebelumnya untuk musim panas. Cari promo di Booking.com atau Agoda.


Kuliner Malta

Kuliner Malta adalah perpaduan pengaruh Mediterania, Italia, Arab, dan Inggris. Hidangan wajib coba:

  • Pastizzi: Kue puff isi keju ricotta atau kacang polong, harga €0,50–1, tersedia di toko seperti Crystal Palace di Rabat.

  • Rabbit Stew (Fenkata): Hidangan tradisional kelinci yang dimasak dengan anggur dan rempah, disajikan di restoran seperti Ta’ Kris di Sliema (€15–20).

  • Ftira: Roti Malta dengan topping seperti tomat, zaitun, dan ikan teri, mirip pizza.

  • Lampuki Pie: Pai ikan lampuki (ikan musiman), populer di musim gugur.

  • Imqaret: Kue goreng isi kurma, cocok untuk camilan (€1–2).

  • Minuman: Cisk (bir lokal, €3–5), Kinnie (minuman soda Malta, €2), atau anggur lokal dari kilang seperti Marsovin.

Tempat Makan:

  • Valletta: Noni (fine dining, €30–50/orang) atau Is-Suq Tal-Belt (food market, €10–15).

  • Sliema: The Chef’s Table untuk hidangan Mediterania (€20–30).

  • Gozo: Ta’ Rikardu di Citadel untuk keju Gozitan dan hidangan lokal (€15–25).

Tips: Cobalah makanan kaki lima untuk pengalaman autentik dan hemat. Beri tip 5–10% di restoran jika pelayanan baik.


Budaya dan Etiket di Malta

Budaya

Malta adalah negara Katolik Roma (93,9% penduduk), dengan festival keagamaan seperti Festa (pesta santo pelindung) yang meriah, lengkap dengan kembang api dan parade. Bahasa resmi adalah Malta dan Inggris, tetapi banyak penduduk juga berbicara Italia. Musik, seni, dan teater berkembang pesat, dengan acara seperti Malta International Arts Festival di musim panas.

Etiket

  • Pakaian: Kenakan pakaian sopan saat mengunjungi gereja (tutup bahu dan lutut). Pakaian kasual diterima di pantai atau restoran.

  • Bahasa: Gunakan bahasa Inggris untuk komunikasi; penduduk lokal ramah dan terbiasa dengan turis.

  • Waktu: Restoran buka hingga larut malam, tetapi toko tutup lebih awal di Gozo (sekitar 19.00).

  • Interaksi: Orang Malta hangat dan terbuka; sapa dengan senyuman dan ucapan “Bongu” (selamat pagi) atau “Bonswa” (selamat malam).

Festival Populer:

  • Malta Carnival (Februari): Parade warna-warni dengan kostum dan tarian.

  • Valletta Baroque Festival (Januari): Konser musik klasik di teater bersejarah.

  • Festa (Juni–September): Pesta desa dengan kembang api dan makanan lokal.


Informasi Praktis

Mata Uang

Malta menggunakan Euro (€). Kartu kredit/debit (Visa, Mastercard) diterima luas, tetapi bawa uang tunai untuk toko kecil atau feri. ATM tersedia di kota-kota besar.

Bahasa

Bahasa Inggris dan Malta adalah bahasa resmi. Wisatawan dari Indonesia tidak akan kesulitan berkomunikasi.

Keamanan

Malta sangat aman dengan tingkat kejahatan rendah. Namun, waspadai pencopetan di tempat ramai seperti Valletta atau Blue Lagoon. Hubungi 112 untuk darurat.

Konektivitas

Wi-Fi gratis tersedia di kafe, hotel, dan tempat umum seperti Valletta Waterfront. Kartu SIM prabayar (Vodafone, GO) tersedia mulai €10 untuk 10GB data.

Kesehatan

Air keran aman diminum. Tidak ada vaksin wajib, tetapi pastikan asuransi perjalanan mencakup kesehatan. Rumah sakit utama adalah Mater Dei di Msida.

Listrik

Stopkontak tipe G (standar Inggris, 230V). Bawa adaptor universal jika diperlukan.


Itinerary 7 Hari di Malta

Hari 1–2: Valletta dan Sekitarnya

  • Hari 1: Jelajahi Valletta (St. John’s Co-Cathedral, Upper Barrakka Gardens, Fort St. Elmo). Malam: Makan malam di Is-Suq Tal-Belt.

  • Hari 2: Kunjungi Three Cities dan Ħal Saflieni Hypogeum. Sore: Bersantai di Sliema Waterfront.

Hari 3: Mdina dan Pantai

  • Pagi: Eksplorasi Mdina (St. Paul’s Cathedral, Palazzo Falson). Siang: Makan di The Medina. Sore: Berjemur di Golden Bay atau Għajn Tuffieħa.

Hari 4–5: Gozo

  • Hari 4: Naik feri ke Gozo. Kunjungi Citadel di Victoria dan Ġgantija Temples. Malam: Menginap di farmhouse Gozo.

  • Hari 5: Jelajahi Dwejra (Inland Sea, Fungus Rock) dan Ramla Bay. Kembali ke Malta malam hari.

Hari 6: Comino

  • Pagi: Naik kapal ke Blue Lagoon untuk berenang dan snorkeling. Sore: Trekking ke Santa Marija Tower. Kembali ke Malta.

Hari 7: Marsaxlokk dan Relaksasi

  • Pagi: Kunjungi pasar ikan Marsaxlokk dan St. Peter’s Pool. Siang: Makan seafood di Tartarun. Sore: Belanja suvenir di Valletta sebelum kembali.


Tips untuk Wisatawan dari Indonesia

  1. Persiapan Visa: Proses visa Schengen membutuhkan waktu, jadi ajukan lebih awal. Siapkan dokumen lengkap untuk menghindari penolakan.

  2. Pakaian: Bawa pakaian ringan untuk musim panas, jaket tipis untuk musim dingin, dan sepatu nyaman untuk jalan kaki di kota berbatu.

  3. Kuliner Halal: Pilihan makanan halal terbatas, tetapi restoran Turki atau Mediterania di Sliema dan Valletta menyediakan opsi halal. Cek aplikasi seperti HalalTrip.

  4. Waktu Sholat: Masjid utama adalah Mariam Al-Batool di Paola. Gunakan aplikasi seperti Muslim Pro untuk jadwal sholat.

  5. Koneksi Penerbangan: Pilih penerbangan dengan transit singkat di Dubai atau Istanbul untuk kenyamanan.

  6. Kurs Mata Uang: Tukar rupiah ke euro di money changer terpercaya di Indonesia untuk nilai tukar lebih baik.


Kesimpulan

Malta adalah destinasi wisata yang menawarkan pengalaman lengkap: dari menjelajahi kuil megalitik yang lebih tua dari piramida hingga berenang di laguna biru yang memukau. Dengan sejarah yang kaya, budaya yang ramah, dan infrastruktur pariwisata yang matang, Malta adalah pilihan ideal untuk wisatawan dari Indonesia yang mencari petualangan Mediterania yang terjangkau dan berkesan. Valletta, Mdina, Gozo, dan Comino masing-masing memberikan nuansa unik, sementara iklim hangat dan kemudahan bahasa Inggris membuat perjalanan semakin menyenangkan.

Dengan perencanaan yang matang—mulai dari visa, penerbangan, hingga itinerary—wisatawan dapat menikmati Malta tanpa kendala. Panduan ini, dengan rekomendasi destinasi, tips praktis, dan wawasan budaya, diharapkan membantu Anda merancang perjalanan yang tak terlupakan ke “permata Mediterania” ini. Apakah Anda seorang pecinta sejarah, penggemar pantai, atau penikmat kuliner, Malta menjanjikan pengalaman yang memikat hati hingga Mei 2025 dan seterusnya.

BACA JUGA: Lingkungan, Sumber Daya Alam, dan Penduduk Negara Maldives

BACA JUGA: Seni dan Tradisi Negara Maldives

BACA JUGA: Letak Geografis dan Fisik Alami Negara Maldives