Panduan Lengkap Travelling ke Negara Belgia
bircanparke.com, 29 MEI 2025
Penulis: Riyan Wicaksono
Editor: Muhammad Kadafi
Tim Redaksi: Diplomasi Internasional Perusahaan Victory88
Belgia, sebuah negara kecil di jantung Eropa Barat, menawarkan kombinasi unik antara sejarah, budaya, dan modernitas. Dengan luas wilayah hanya 30.689 km² dan populasi sekitar 11,8 juta jiwa, Belgia adalah rumah bagi kota-kota bersejarah seperti Brussel, Antwerpen, Ghent, dan Bruges, serta menjadi pusat administrasi Uni Eropa (UE) dan NATO. Negara ini terkenal dengan cokelat, wafel, bir, dan arsitektur abad pertengahan yang memukau, menjadikannya destinasi ideal bagi wisatawan yang mencari pengalaman kultural dan kuliner. Artikel ini menyediakan panduan lengkap untuk travelling ke Belgia, mencakup persiapan perjalanan, destinasi wajib, tips praktis, dan informasi relevan bagi wisatawan dari Indonesia, termasuk dari Provinsi Lampung.
Persiapan Perjalanan ke Belgia

1. Visa dan Dokumen Perjalanan
Belgia adalah bagian dari wilayah Schengen, sehingga wisatawan dari Indonesia memerlukan Visa Schengen untuk masuk. Berikut langkah-langkahnya:
-
Persyaratan Visa:
-
Paspor valid (minimal 6 bulan sebelum kedaluwarsa).
-
Formulir aplikasi Visa Schengen.
-
Pas foto terbaru (ukuran 3,5 x 4,5 cm).
-
Bukti tiket pesawat pulang-pergi.
-
Bukti akomodasi (reservasi hotel atau surat undangan jika menginap di rumah warga).
-
Asuransi perjalanan dengan pertanggungan minimal €30.000.
-
Bukti keuangan (rekening bank 3 bulan terakhir, minimal Rp50 juta/orang).
-
Itinerary perjalanan.
-
-
Proses Pengajuan: Ajukan visa melalui Kedutaan Besar Belgia di Jakarta atau melalui pusat aplikasi visa seperti VFS Global. Proses biasanya memakan waktu 15–30 hari, jadi ajukan minimal 1–2 bulan sebelum keberangkatan.
-
Biaya: Sekitar €80 (sekitar Rp1,4 juta, tergantung kurs) untuk dewasa, ditambah biaya layanan VFS Global sekitar Rp300.000.
2. Waktu Terbaik untuk Berkunjung
-
Musim Semi (Maret–Mei): Cuaca sejuk (8–15°C), bunga-bunga bermekar, cocok untuk menjelajahi taman seperti Keukenhof (meskipun di Belanda, dekat Belgia).
-
Musim Panas (Juni–Agustus): Suhu 15–25°C, ideal untuk festival seperti Tomorrowland di Boom (Juli) atau kunjungan ke pantai di Ostend.
-
Musim Gugur (September–November): Cuaca lebih dingin (10–15°C), dedaunan berwarna-warni, dan harga akomodasi lebih terjangkau.
-
Musim Dingin (Desember–Februari): Suhu 0–7°C, cocok untuk menikmati pasar Natal di Brussel atau Bruges, tetapi bersiaplah untuk hujan atau salju ringan.
3. Mata Uang dan Anggaran
-
Mata Uang: Euro (€). Kurs per Mei 2025 sekitar Rp17.000/€.
-
Anggaran Harian:
-
Tips Hemat: Gunakan kartu kredit internasional untuk transaksi besar, bawa sedikit uang tunai, dan manfaatkan kartu transportasi seperti Go Pass untuk pemuda di bawah 26 tahun.
4. Bahasa
Belgia memiliki tiga bahasa resmi: Belanda (di Flandria), Prancis (di Wallonia), dan Jerman (di Kanton Timur). Bahasa Inggris umum digunakan di kota-kota besar seperti Brussel dan Antwerpen, terutama di tempat wisata. Pelajari frasa dasar seperti:
-
Belanda: “Hallo” (halo), “Dank u” (terima kasih).
-
Prancis: “Bonjour” (halo), “Merci” (terima kasih).
5. Penerbangan dari Indonesia
-
Rute: Tidak ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Belgia. Penerbangan transit tersedia melalui maskapai seperti Emirates (via Dubai), Qatar Airways (via Doha), atau Singapore Airlines (via Singapura) ke Bandara Brussels Zaventem (BRU) atau Bandara Charleroi (CRL).
-
Harga Tiket: Rp10–20 juta pulang-pergi, tergantung musim dan maskapai.
-
Durasi: 16–20 jam dengan satu atau dua transit.
Destinasi Wisata Wajib di Belgia
1. Brussel 
Sebagai ibu kota Belgia dan pusat UE, Brussel adalah perpaduan antara sejarah dan modernitas.
-
Grand Place: Alun-alun bersejarah dengan arsitektur abad ke-17, dikelilingi oleh bangunan guild yang megah. Masuk ke daftar UNESCO.
-
Manneken Pis: Patung anak laki-laki kencing yang ikonik, sering kali didandani dengan kostum musiman.
-
Atomium: Struktur futuristik berbentuk molekul, simbol dari Expo 1958, dengan pemandangan kota dari ketinggian.
-
Museum Magritte: Menampilkan karya seniman surealis Belgia, René Magritte.
-
Tips: Kunjungi pasar Natal di Desember untuk suasana meriah, dan coba wafel Belgia di kafe sekitar Grand Place.
2. Bruges 
Dikenal sebagai “Venesia dari Utara,” Bruges adalah kota kanal dengan arsitektur abad pertengahan yang terjaga.
-
Markt Square: Pusat kota dengan menara lonceng (Belfry of Bruges) yang menawarkan pemandangan indah.
-
Kanal Bruges: Nikmati tur perahu untuk melihat kota dari perspektif air.
-
Basilica of the Holy Blood: Gereja bersejarah yang menyimpan relik suci.
-
Tips: Coba cokelat buatan tangan di toko seperti Chocolatier Dumon dan hindari akhir pekan untuk menghindari keramaian.
3. Antwerpen 
Pusat perdagangan berlian dunia dan kota pelabuhan yang dinamis.
-
Antwerp Central Station: Stasiun kereta dengan arsitektur megah, sering disebut “Katedral Kereta Api.”
-
Museum aan de Stroom (MAS): Museum modern yang menampilkan sejarah maritim dan budaya Antwerpen.
-
Diamond District: Jelajahi toko-toko berlian dan pelajari proses pengolahan berlian.
-
Tips: Kunjungi kafe di Grote Markt dan coba frites (kentang goreng Belgia) dengan saus mayo.
4. Ghent 
Kota yang lebih tenang dibandingkan Bruges, dengan sejarah dan budaya yang kaya.
-
Gravensteen Castle: Kastel abad ke-12 yang menawarkan wawasan tentang sejarah abad pertengahan.
-
Saint Bavo’s Cathedral: Rumah bagi karya seni “The Adoration of the Mystic Lamb” karya Van Eyck.
-
Graslei dan Korenlei: Area tepi sungai dengan pemandangan indah dan kafe.
-
Tips: Ikuti tur jalan kaki gratis untuk memahami sejarah kota, tersedia dalam bahasa Inggris.
5. Ostend 
Destinasi pantai di pesisir Laut Utara.
-
Ostend Beach: Cocok untuk bersantai di musim panas atau berjalan-jalan di musim dingin.
-
Mercator: Kapal layar bersejarah yang kini menjadi museum.
-
Tips: Coba hidangan laut segar seperti moules-frites (kerang dengan kentang goreng) di restoran lokal.
Budaya Belgia
Belgia adalah perpaduan budaya Flemish (Belanda), Walloon (Prancis), dan minoritas Jerman, yang tercermin dalam seni, festival, dan kehidupan sehari-hari:
-
Festival: Tomorrowland (musik elektronik di Boom), Gentse Feesten (festival budaya di Ghent), dan pasar Natal di Brussel dan Bruges.
-
Seni: Belgia adalah rumah bagi seniman seperti Peter Paul Rubens dan René Magritte. Kunjungi Royal Museums of Fine Arts di Brussel untuk melihat karya-karya mereka.
-
Bahasa: Hormati keragaman bahasa dengan menggunakan frasa sesuai wilayah (Belanda di Flandria, Prancis di Wallonia).
-
Etiket: Orang Belgia cenderung formal dalam interaksi awal, jadi gunakan sapaan sopan seperti “Monsieur” atau “Madame” di Wallonia.
Kuliner Belgia 
Kuliner Belgia adalah salah satu daya tarik utama, dengan cita rasa yang kaya dan beragam:
-
Cokelat: Belgia menghasilkan sekitar 220.000 ton cokelat per tahun. Coba merek seperti Godiva, Neuhaus, atau toko lokal seperti Chocolatier Dumon.
-
Wafel: Pilih antara Brussels waffle (ringan, persegi) atau Liège waffle (padat, manis). Nikmati dengan topping stroberi atau cokelat.
-
Frites: Kentang goreng Belgia disajikan dengan saus mayo atau saus lainnya, tersedia di friteries seperti Maison Antoine di Brussel.
-
Bir: Belgia memiliki lebih dari 1.500 jenis bir, termasuk Trappist (Chimay, Westmalle) dan Lambic. Kunjungi Delirium Café di Brussel untuk mencoba ratusan bir.
-
Hidangan Tradisional: Coba carbonnade flamande (semur daging sapi dengan bir), moules-frites, atau waterzooi (sup krim dengan ayam atau ikan).
-
Tips Kuliner: Hindari restoran turis di dekat Grand Place, cari estaminets (tavern tradisional) untuk pengalaman autentik.
Transportasi di Belgia
Belgia memiliki sistem transportasi yang efisien dan terjangkau:
-
Kereta Api: Jaringan kereta SNCB/NMBS menghubungkan kota-kota besar seperti Brussel, Antwerpen, Ghent, dan Bruges. Tiket Standard Multi (10 perjalanan) atau Go Pass (untuk usia <26 tahun) sangat hemat.
-
Bus dan Trem: Dioperasikan oleh De Lijn (Flandria), TEC (Wallonia), dan STIB/MIVB (Brussel). Tiket harian di Brussel (€7,80) mencakup bus, trem, dan metro.
-
Sepeda: Belgia ramah sepeda, terutama di Flandria. Sewa sepeda melalui layanan seperti Velo Antwerpen (€9/minggu).
-
Bandara: Bandara Brussels Zaventem (BRU) adalah pintu masuk utama, sementara Charleroi (CRL) melayani maskapai budget seperti Ryanair.
-
Tips: Beli kartu MOBIB untuk transportasi di Brussel atau gunakan aplikasi SNCB untuk memesan tiket kereta.
Akomodasi
-
Hotel: Pilihan berkisar dari hotel budget (€50–80/malam, seperti Ibis Budget) hingga hotel mewah (€150–300/malam, seperti Hotel Amigo di Brussel).
-
Hostel: Cocok untuk backpacker, dengan harga €20–40/malam (contoh: MEININGER Hostel di Brussel).
-
Airbnb: Apartemen atau kamar pribadi di Bruges atau Ghent mulai dari €60–120/malam.
-
Tips: Pesan akomodasi jauh-jauh hari untuk musim panas atau Desember, dan pilih lokasi dekat stasiun kereta untuk akses mudah.
Biaya dan Tips Hemat
Estimasi Biaya untuk 7 Hari (Mid-range):
-
Tiket pesawat pulang-pergi: Rp15 juta.
-
Akomodasi (hotel 3 bintang): €100/hari x 7 = €700 (Rp11,9 juta).
-
Transportasi: €50–100 (kereta antar-kota, bus lokal).
-
Makanan: €30–50/hari x 7 = €210–350 (Rp3,6–6 juta).
-
Tiket masuk atraksi: €50–100 (museum, tur kanal).
-
Total: Rp25–30 juta/orang.
Tips Hemat:
-
Gunakan kartu kereta seperti Go Pass (€54 untuk 10 perjalanan bagi usia <26 tahun).
-
Makan di friteries atau pasar lokal alih-alih restoran turis.
-
Manfaatkan tur jalan kaki gratis di kota-kota besar (berbasis donasi).
-
Kunjungi museum pada hari gratis (misalnya, hari Rabu pertama setiap bulan di beberapa museum Brussel).
Tips Praktis untuk Wisatawan dari Indonesia
-
Persiapan Cuaca: Bawa jaket tahan air dan sepatu nyaman, karena hujan sering terjadi bahkan di musim panas.
-
Adaptasi Budaya: Orang Belgia menghargai kesopanan, jadi hindari berbicara keras di tempat umum.
-
Koneksi Internet: Beli kartu SIM lokal seperti Proximus (€15 untuk 10 GB) atau gunakan Wi-Fi gratis di kafe dan hotel.
-
Keamanan: Belgia relatif aman, tetapi waspadai pencopetan di tempat ramai seperti Grand Place atau stasiun kereta.
-
Konteks Lampung: Wisatawan dari Lampung dapat memanfaatkan agen perjalanan di Bandar Lampung untuk mengurus visa dan paket tur. Produk lokal seperti kopi Lampung dapat dijadikan oleh-oleh untuk ditukar dengan teman Belgia.
Relevansi bagi Wisatawan Indonesia
Belgia menarik bagi wisatawan Indonesia karena:
-
Budaya dan Sejarah: Kota-kota seperti Bruges dan Ghent menawarkan pengalaman Eropa klasik yang berbeda dari destinasi populer seperti Paris atau Roma.
-
Kuliner: Cokelat dan wafel Belgia cocok dengan selera Indonesia yang menyukai makanan manis.
-
Hubungan Bilateral: Belgia memiliki hubungan ekonomi dengan Indonesia, terutama dalam perdagangan berlian dan tekstil, yang dapat menarik minat wisatawan dari Lampung, yang dikenal dengan industri tekstilnya (seperti tapis).
-
Komunitas Indonesia: Terdapat komunitas kecil diaspora Indonesia di Belgia, terutama di Brussel, yang dapat memberikan dukungan bagi wisatawan.
Tantangan dan Solusi
Tantangan
-
Biaya Tinggi: Belgia adalah destinasi mahal dibandingkan Asia Tenggara.
-
Bahasa: Keragaman bahasa dapat membingungkan wisatawan yang tidak fasih berbahasa Inggris.
-
Cuaca: Hujan dan suhu dingin dapat mengganggu rencana perjalanan.
-
Navigasi: Sistem federal dan nama tempat dalam dua bahasa (Belanda/Prancis) dapat membingungkan (contoh: Antwerpen/Anvers).
Solusi
-
Perencanaan Anggaran: Prioritaskan destinasi utama dan manfaatkan opsi hemat seperti hostel atau transportasi umum.
-
Bahasa Inggris: Gunakan aplikasi penerjemah seperti Google Translate untuk komunikasi dasar.
-
Pakaian Tepat: Bawa payung lipat dan pakaian berlapis untuk cuaca yang berubah-ubah.
-
Peta dan Aplikasi: Gunakan aplikasi seperti Google Maps atau Citymapper untuk navigasi antar-kota.
Prospek Masa Depan untuk Wisata ke Belgia
-
Pariwisata Berkelanjutan: Belgia berinvestasi dalam pariwisata ramah lingkungan, seperti jalur sepeda dan transportasi umum bertenaga listrik, yang akan menarik wisatawan sadar lingkungan.
-
Festival dan Acara: Acara seperti Tomorrowland dan pasar Natal akan terus menjadi daya tarik utama.
-
Konektivitas: Peningkatan penerbangan budget ke Charleroi dapat membuat Belgia lebih terjangkau bagi wisatawan Asia, termasuk Indonesia.
-
Kerja Sama Bilateral: Hubungan Indonesia-Belgia yang semakin erat, terutama melalui perdagangan dan pendidikan, dapat mendorong lebih banyak wisatawan Indonesia untuk menjelajahi Belgia.
Kesimpulan
Belgia adalah destinasi yang menawarkan pesona sejarah, budaya, dan kuliner dalam skala yang kompak namun kaya. Dari Grand Place di Brussel hingga kanal-kanal romantis di Bruges, negara ini menyediakan pengalaman yang tak terlupakan bagi wisatawan dari Indonesia, termasuk dari Lampung. Dengan persiapan yang matang—termasuk pengurusan visa, perencanaan anggaran, dan pemahaman budaya lokal—perjalanan ke Belgia dapat menjadi petualangan yang penuh makna. Manfaatkan transportasi yang efisien, cicipi cokelat dan wafel terbaik, dan jelajahi kota-kota bersejarah untuk merasakan keajaiban Belgia. Seperti yang dikatakan oleh para pelancong, “Belgia adalah permata kecil Eropa yang besar dalam pesona.”
BACA JUGA: Panduan Perawatan Ikan Mujair dari 0 Hari hingga Siap Produksi
BACA JUGA: Suaka untuk Kuda: Perlindungan dan Perawatan bagi Kuda yang Membutuhkan
BACA JUGA: Detail Planet Saturnus: Karakteristik, Struktur, dan Keajaiban Kosmik.